TUGAS INDIVIDU
PEMBELAJARAN BERBASIS ICT
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pengembangan Sumber Belajar (MTP – 560)
PROGRAM MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Dosen : Drs. Samsudin, M.Pd

Oleh :
E. Komara Ziatina
NIM : 5520100056
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH
Jalan Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede
Telp. (021) 8484719 – 98297211
JAKARTA
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Ilahi Rabby, yang dengan inayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi akhir zaman, pendidik ideal dan suri tauladan bagi kita dan rahmat bagi seluruh alam.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pengembangan Sumber Belajar (MTP-560) Program Magister Teknologi Pendidikan Univertsitas Islam As-Syafi`iyah, Jakarta.
Adapun materi yang Penyusun bahas adalah “PEMBELAJARAN BERBASIS ICT”
Dalam menyusun makalah ini banyak kesulitan yang kami hadapi untuk memperoleh referensi yang lengkap, sehingga tulisan ini hanya menyajikan latar belakang penggunaan ICT dalam proses belajar mengajar, Tujuan Penulisan, kondisi nyata penggunaan ICT dalam pembelajaran, langkah mudah untuk mengetahui komponen dasar menggunakan ( Information Comunication Technology (ICT) serta untuk mengetahui Tiga komponen penting yang harus disiapkan untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan menggunakan ICT, yaitu :
Infrastruktur
SDM
Konten dan aplikasi
Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberi sepenggal pengetahuan yang dapat dijadikan bahan pemikiran dan diskusi, sehingga kekurangannya dapat disempurnakan.
Penyusun
|
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar………………….............
Daftar Isi……………………….................
I. PENDAHULUAN………. ..............
A. Latar Belakang…. .............
B. Tujuan Penulisan ................
II. KAJIAN TEORI…………. ..............
III. PEMBAHASAN…………..............
A. Infrastruktur……...
B. Sumber Daya Manusia.....
C. Konten dan Aplikasi E-Learning.....
IV. KESIMPULAN………….. ..........
DAFTAR PUSTAKA……….. .........
| |
I. PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi di sekolah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Berbagai penelitian baik di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan ajar yang dikemas dalam bentuk media berbas ICT dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Namun demikian, media pembelajaran berbasis ICT dan pemanfaatanya berupa e–learning masih belum banyak dikembangkan dan dimanfaatkan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih memberi perhatian pada peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran berbasis ICT dan pemanfaatannya di Indonesia.
- Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui komponen dasar menggunakan Information Communication Technology (ICT).
2. Untuk mengetahui Tiga komponen penting yang harus disiapkan untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan menggunakan ICT, yaitu :
Infrastruktur
SDM
Konten dan aplikasi
3. Untuk memenuhi salah satu tugas Mata kuliah Pengembangan Sumber Belajar (MTP – 560) Program Magister Teknologi Pendidikan UIA Jakarta.
| |
II. KAJIAN TEORI
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentrasfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, penguasaan TIK berarti kemampuan memahami dan menggunakan alat TIK secara umum termasuk komputer (Computer literate) dan memahami informasi (Information literate).
Tinio mendefenisikan TIK sebagai seperangkat alat yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mendiseminasikan, menyimpan, dan mengelola informasi. Teknologi yang dimaksud termasuk komputer, internet, teknologi penyiaran (radio dan televisi), dan telepon.
UNESCO (2004) mendefenisikan bahwa TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mengelola dan mendistribusikan informasi. Defenisi umum TIK adalah computer, internet, telepon, televise, radio, dan peralatan audiovisual.
Inovasi di bidang teknologi terutama teknologi informatika telah merubah wajah dunia pendidikan dari system korespondensi menjadi system pembelajaran apa yang dikenal dengan ICT, sejak itulah perubahan dibidang pendidikan telah terjadi melalui perkembangan teknologi komunikasi yang cepat, efektif dan efisien.
| |
III. PEMBAHASAN
A. INFRASTRUKTUR
Pengembangan infrastruktur ICT pada lingkungan pendidikan di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1995, juga tumbuhnya ICT Center disetiap kabupaten/kota sejak tahun 2000, namun terlihat semakin pesat sejak tahun 2006 dengan dikembangkannya Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas).
Jaringan pendidikan nasional adalah Wide Area Network (WAN) yang menghubungkan seluruh kantor dinas pendidikan propinsi, kabupaten/kota, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Jaringan ini dibuat untuk memperlancar dan mengoptimalkan arus komunikasi, data dan informasi antar pelaksana pendidikan, sehingga data dan informasi menjadi lebih optimal, lancar, transparan, efektif dan efisien.
Secara umum, Jardiknas dapat menjadi 3 zona, yaitu:
1. Zona Kantor Dinas Pendidikan / Institusi
2. Zona Perguruan Tinggi
3. Zona Sekolah
Zona Kantor Dinas Pendidikan / Institusi
Zona ini menghubungkan kantor-kantor dinas pendidikan propinsi, kabupaten/kota, P4TK, LPMP, Balai Bahasa, SKB dan institusi pendidikan lainnya. Jaringan pada zona ini diprioritaskan untuk implementasi transaksi on line Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pendidikan.
Gambar 1. Jardiknas Kantor Dinas/Institusi
Zona Perguruan Tinggi (Inherent)
Zona ini menghubungkan perguruan tinggi yang ada pada 33 propinsi, dan disebut juga dengan Inherent (Indonesia Higher Education Network) Jaringan ini diprioritaskan untuk pelaksanaan riset dan pengembangan perguruan tinggi, sehingga menggunakan bandwidth yang cukup besar.
Zona Sekolah
Zona ini dikembangkan pada tahun 2007 dan menghubungkan 6500 sekolah dengan menggunakan teknologi ADSL. Zona ini dikembangkan dalam area yang terbatas oleh kemampuan layanan ADSL yang dapat dicapai oleh PT Telkom
B. SUMBER DAYA MANUSIA
Pengembangan SDM juga dilakukan Depdiknas sejak dilakukan sosialisasi tentang Internet pada tahun 1999. Sejak saat itu banyak pelatihan ICT, antara lain: Pelatihan Internet, SMK TI, Networking, Pelatihan Multimedia, Ketrampilan komputer dan Pengelolaan Informasi, hingga Java Education National Network, serta pelatihan Jardiknas. Selain pelatihan juga banyak disiapkan pendidikan formal untuk peningkatan kompetensi guru, diantaranya : S2 Magister TI Terapan, D4 TI, S2 Game Teknologi , D3 TKJ dll.
| |
(Jardiknas).
C. KONTEN DAN APLIKASI E-LEARNING
3.1 Internet sebagai Media Pengajaran
| |
| |
3.2. Web Portal Belajar dan Distance Learning
Tahap awal pemanfaatan internet dalam pengajaran berbentuk model Web Portal Belajar. Model ini menggunakan internet sebagai penunjang peningkatan kegiatan belajar mengajar dikelas.Jadi, peningkatan kualitas pengajaran masih sangat mengutamakan tatap muka dikelas.
Model Web Portal Belajar menjadikan internet sebagai penyedia sumber belajar yang bisa diakses secara online. Internet juga menjadi sarana bagi pesertadidik untuk meningkatkan komunikasi, baik sesama peserta didik,peserta didik dengan pengajar, atau peserta didik dengan pengajar, atau peserta didik dengan kelompok lain diluar institusi sekolah. Model ini meningkatkatkan kualitas pengajaran yang diberikan diruang kelas karena terdapat pengayaan materi, baik yang berasal dari kegiatan tatap muka dikelas maupun yang ada di internet. Apabila pihak institusi pengajaran telah mampu menerapkan model Web Portal Belajar maka institusi bisa mengembangkan ke tahap selanjutnya yang disebut pembelajaran jarak jauh / distance learning, pengajar dan peserta didik terpisah oleh waktu dan ruang.Walau demikian, diskusi masih bisa dilaksanakan, baik secara sinkron maupun asinkron. Seluruh kegiatan pengajaran dilakukan melalui internet sehingga kegiatan tatap muka secara fisik tidak diperlukan. Dalam distance learning, internet bukan hanya berperan sebagai pendukung kegiatan pengajaran,melainkan juga faktor utama yang menentukan jalannya pengajaran. Bagaimana tidak ? Tanpa koneksi internet maka pengajaran tidak akan dapat berjalan. Pembelajaran jarak jauh (distance learning) melalui internet harus tetap melibatkan empati para pengajar sehingga terjadi hubungan erat antara pengajar dan peserta didik. Tanpa empati, pengajaran dalam arti sesungguhnya tidak terjadi dan yang berlangsung hanyalah proses transfer informasi. Untuk itu, institusi yang mengadakan distance learning harus memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:
1) Pusat kegiatan peserta didik
Sebagai community web distance learning maka ia harus bisa menjadi sarana bagi pusat kegiatan peserta didik,diantaranya menambah kemampuan, membaca materi kuliah,mencari informasi, dan sebagainya. Untuk itu , institusi perlu merancang sebaik mungkin web yang disajikan sehingga bisa menampung semua kebutuhan peserta didik. Institusi juga harus membuka diri kepada para peserta didik sehingga penjaringan ide bagi pengembangan aplikasi yang ada bisa berjalan lebih cepat.
2) Interaksi dalam grup
| |
3) Sistem administrasi peserta didik
Unsur ini tidak boleh diabaikan .Karenadalam distance learning peserta didik tidak hadir secara fisik pada institusiyang ada maka format administrasi yang perlu dibangun akan lebih komplek biladibandingkan pola pengajaran konvensial. Perlu dikembangkan jugaaplikasiyang memungkinkan peserta didikuntuk mengetahui statusnya (prestasi), jumlah SKS (Sistem Kredit Semester) yang telah ditemouh, mata kuliah yang akan diambil pada semester selanjutnya, cara pembayaran biaya pengajatran, dan sebagainya. Hal yang tidak boleh dilupakan oleh institusi pengajaran adalah jaminan keamanan terhadap data pribadi para peserta didik. Kerahasiaan data ini mutlak dan institusai tidak berhak menjualnya kepada pihak lain. Institusi pengajaran perlu melengkapi diri dengan aplikasi pengamanan jaringan internet (seperti firewall, enkripsi data dan sebagainya). Aplikasi keamanan jaringan akan mengurangi peluang kebocoran data peserta didik yang beresiko tinggi apabila berhadapan dengan pihak-pihak tak bertanggung jawab.
4) Evaluasi materi
Evaluasi sangat perlu dilakukan agar peserta didik maupun institusi pengajaran bisa mengetahui sejauh mana efektifitas pengajaran yang dilakukan. Evaluasi ini juga membantu peserta didik dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang disajikan.
| |
5) Perpustakaan digital
Dalam distance learning, perpustakaan digital merupakan hal yang wajib. Tanpa adanya perpustakaan digital maka peserta didik akan mengalami kesulitan dalam mencari literarut yang dibutuhkan dalam proses pengajaran. Ketidakhadiran perpustakaan digital akan sangat menurunkan kualitas pengajaran yang ada karena peserta didik tidak mampu hadir secara fisik untuk memperoleh sumber informasi pengajaran yang dimiliki perpustakaan digital hendaknya tidak hanya berupa buku, tetapi juga literasi berbentuk video, dan image.
6) Materi online pendukung lainnya
Selain perpustakaan digital yang menyajikan sumber ilmu yang dimiliki oleh institusi pengajaran, peserta didik juga harus diberi link ke sumber informasi lannya. Situs-situs pendukung yang sekiranya mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang adaperlu disajikan dalam aplikasi distance learning, peserta didik juga harus diberikan kesempatan untuk bisa mengisikan link pada aplikasi distance learning sehingga peserta didik lain bisa memperoleh manfaat yang lebih progresif. Dengan keterlibatan peserta didik, diharapkan tumbuh loyalitas untuk saling berbagi informasi sehingga bisa membantu peserta didik lain dalam memperoleh manfaat dari distance learning ini.
3.3. Aplikasi Internet untuk eLearning
| |
pertama kali adalah memahami model CAL+CAT (Computer Assisted Learning+Computer Assisted Teaching) yang akan diterapkan. Beberapa model CAL+CAT, diantaranya adalah :
1. Learning Management System (LMS). LMS merupakan kendaraan utama dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kumpulan perangkat lunak yang ada didesain untuk pengaturan pada tingkat individu, ruang kuliah, dan institusi. Karakter utama LMS adalah pengguna yang merupakan pengajar dan peserta didik, dan keduanya harus terkoneksi dengan internet untuk menggunakan aplikasi ini.
2. Computer Based Training (CBT) / Course Authoting Package (CAP).
CBT adalah perangkat lunak online untuk proses pembelajaran secara local pada masingmasing computer peserta didik. Perangkat lunak ini juga bias diterapkan secara online. Kebanyakan pengguna menggunakannya secara offline karena faktor bandwith yang dibutuhkan CBT untuk memproses large video. CAP adalah perangkat lunak untuk mengembangkan lunak CBT.
3. Virtual Laboratory. ViLAB adalah lingkungan dimana peserta didik dapat memperoleh
pengalaman praktis secara maya/virtual . ViLAB umumnya dipasang secara offline pada masing-masing komputer peserta didik, namun sat ini sudah banyak aplikasi online.
| |
3.4. Aplikasi Pendukung
a. Digital Library
Digital Library menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses resource-resource elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Pengguna tidak lagi tertarik terhadap operasional secara fisik jam perpustakaan dan tidak dapat berkunjung keperpustakaan secara fisik untuk mengakses resource-resourcenya. Disinilah Digital Library sebagai alat untuk memfasilitasi dan memecahkan atas keterbatasan-keterbatasan tersebut. Digital Library belum didefinisikan secara jelas untuk dapat dijadikan standar atau acuan dalam dunia pendidikan. Beberapa kata seperti “Electronic Library” atau “Virtual Library” yang merupakan sinonimnya mungkin lebih dikenal dan sering digunakan. Assotiation of Research Library menyandarkan pada Karen Drabenstott’s Analytical Review of the Library of the Future [Drabenstott] atas inspirasinya dalam mendefinisikan Digital Library, Drabenstott menawarkan 14 definisi yang dipublikasikan antara tahin 1987 dan 1993. Secara umum perbedaan-perbedaan definisi tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut :
Digital Library memerlukan teknologi untuk menghubungkan banyak resource, perpustakaan dan pelayanan informasi.
Hubungan beberapa Digital Library dan pelayanan informasi adalah transparan kepada pengguna akhir.
Tujuannya adalah akses secara universal dan pelayanan informasi.
Koleksi Digital Library adalah tidak terbatas terhadap dokumen, tetapi berkembang pada digital artifacts yang tidak dapat di sajikan atau distribusikan dalam format tercetak.
| |
b. Video on Demand
Video on Demand menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses resource-resource digital berupa video dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Video ini biasanya berupa video pembelajaran, yang dapat diakses sesuai kebutuhan, dan didistribusikan secara streaming melalui jaringan komputer.
c. Wikipedia
Wikipedia menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk berkolaborasi menyusun ensiklopedia. Dengan wikipedia pengguna dapat membangun naskah secara kolaboratif, hingga dapat menjadi ensiklopedia di Internet
d. Blog
Blog menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk membuat tulisan, baik formal maupun informal, seperti buku harian. Blog adalah catatan seseorang yang dibuat untuk konsumsi publik. Dengan blog ini kita bisa sharing ilmu pengetahuan.
e. Mobile Learning
Mobile Learning merupakan perwujudan elearning dalam perangkat bergerak, seperti handpone/telepon genggam. Dengan mobile learning kita bisa belajar melalui handpone kita. Materi dituangkan dalam modul untuk handpone.
| |
IV. KESIMPULAN
1. Infrastruktur serta penyiapan SDM dalam bidang TIK untuk dunia pendidikan Indonesia sudah cukup berkembang, maka selanjutnya berupaya untuk memperkaya konten adalah sangat penting.
2. Beberapa model untuk pembelajaran berbasis ICT adalah dengan Learning Management Siystem (LMS), Computer Base Training (CBT), Virtual Laboratory (Vilab).
3. Ada beberapa tools, serta aplikasi untuk penerapan pembelajaran berbasis ICT, antara lain : eMail, Mailing List/Forum, Web Portal Pembelajaran, Digital Library, Video on demand, Wikipedia, Blog, Mobile learning.
| |
DAFTAR PUSTAKA
1. -, eLearning For Education, Multimedia University.
2. -, Pedoman Pelatihan Jardiknas, Biro Perencanan dan Kerjasama Luar Negeri, Depdiknas,Jakarta, 2007.
3. -, Digital Library, http://digilib.itb.ac.id, 2007
4. Gatot HP dkk, Jejaring Pendidikan Nasional, Biro Perencanan dan Kerjasama Luar Negeri, Depdiknas, Jakarta, 2007.
5. Kukuh Setyo Prakorso, Membangun eLearning dengan Moodle, Penerbit Andi Yogyakarta, 2005
6. http://ryea.wordpress.com/2007/06/20/pembelajaran-media-a-elearning-di-pendidikan-tinggi/
7. http://www.itb.ac.id/agenda/377
8. Onno W. Purbo, Membuat Content Untuk Perpustakaan Digital menggunakan Knowledge Tree, Artikel, 2003.
9. Siti Muasaroh, Peran Perpustakaan Digital di Era Global, Makalah Pelatihan Jardiknas, 2007 http://media.diknas.go.id/media/document/4794.pdf
10. Wahyu Purnomo, Konsep dan Implementasi TIK dalam Pendidikan, Seminar Nasional ICT di Bulukumba, Sulawesi Selatan, 2007.
11. Walter Behnke, Open Source Opens Opportunities for Online Learning http://vcclearns.vcc.ca, Vancouver Community College, 2004.
| |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar